Jepang semakin mengalami kemunduran dalam Perang Asia Timur Raya. Komando Tentara Jepang wilayah Selatan mengadakan rapat. Dalam rapat itu disepakati bahwa Indonesia akan diberi kemerdekaan pada tanggal 7 September 1945.

Keadaan Jepang semakin kritis. Pada 6 Agustus 1945, kota Hirosima dibom atom oleh Amerika Serikat. Menghadap situasi ini, Jenderal Terauchi menyetujui pembentukan Dokuritsu Junbi Inkai atau Panitia Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Persetujuan ini terjadi pada pada tanggal 7 Agustus 1945. Tugas PPKI adalah melanjutkan tugas BPUPKI dan untuk mempersiapkan Kemerdekaan Indonesia. Ketua PPKI adalah Ir. Soekarno, sedangkan wakilnya Drs. Moh. Hatta.
PPKI beranggotakan 21 orang dan semuanya orang Indonesia yang berasal dari berbagai daerah.
  • Jawa 12 wakil.
  • Sumatera 3 wakil.
  • Sulawesi 2 wakil.
  • Kalimantan 1 wakil.
  • Sunda Kecil 1 wakil.
  • Maluku 1 wakil.
  • Golongan penduduk Cina 1 wakil
Untuk kepentingan peresmian dan pelantikan PPKI, Jendral Terauchi, pimpinan Angkatan Perang Jepang yang berkedudukan di Saigon, pada tanggal 9 Agustus 1945 memanggil Soekarno, Moh. Hatta, dan Rajiman Widyodiningrat untuk pergi ke Dalat, Saigon. Di Dalat, Jendral Terauchi menegaskan bahwa Pemerintah Kemaharajaan Jepang memutuskan  untuk menyerahkan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia.


Usaha Indonesia akan menjadi Negara yang merdeka seperti yang sudah dijanjikan oleh Perdana Mentri  Koiso dan apa yang sudah disiapakan oleh perdana BPUPKi tidak sia-sia. Ini dibuktikan dengan dipanggilnya tokoh tokoh Indonesia,seperti  Ir. Soekarno,Hatta,Radjiman Widedyodiningrat pada tanggal 9 Agustus 1954 keDalat,Saigon(Vietnam). Kedatangan mereka ini untuk memenuhi panggilan Panglima Angkatan Perang Jepang di Asia Tenggara,yaitu Marsekal Terauchi.
Pada tanggal  tangaal 1 Maret 1945,pemerintah pendudukan  Jepang di bawah pimpinan Letnan Jenderal Kumachi Harada mengumumkan pembentukan Badan Penyelidik Usaha-usaha  Persiapan Kemerdekan Indonesia (BPUPKI atau Dokuritsu Junbiy Coosakai). Tugas BPUPKI adalah untuk mempelajari dan menyelidiki hal-hal yang penting  yang berhubungan dengan  berbagai hal yang menyangkut  pembentukan negara Indonesia  merdeka.
BPUPKI resmi dibentuk tanggal 29 April 1945,bertepatan dengan ulang tahun kaisar Jepang. Dr. KRT. Radjiman Wedyodiningrat ditunjuk sebagai  ketua didampingi dua orang ketua muda yaitu R.P. Suroso dan  Icihibangase. Selain menjadi ketua  muda, R.P Suroso juga diangkat  menjadi kepala kantor  tata usaha BPUPKI dibantuToyohiko Masuda dan Mr. A.G. Pringgodigdo.
BPUPKI mengadakan sidang dua kali. Sidang pertama diadakan pada tanggal 29-1 Juni    1945,dan sidang ke dua diadakan pada 10-11 Juli 1945. Pada sidang pertama dibahas tentang rancangan dasar Negara . Tiga tokoh yang  meyampaikan pandangannya adalah Ir.Soekarno,Muh. Yamin,dan Dr. Soepomo. Sedangkan pada sidang ke dua dibahas tentang rancangan undang-undang dasar .   
Sejarah Singkat Tentang Sumpah Pemuda – Di Jakarta diadakan kongres yang diprakarsai oleh Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia atau biasa disebut juga PPPI ada tanggal 27 Oktober 1928. Himpunan PPPI ini berdiri pada tahun 1926 yang anggotanya kebanyakan mahasiswa hukum dan ada juga mahasiswa kedokteran di Batavia.
Kongres tersebut di hadiri oleh tokoh-tokoh pergerakan nasional dari partai politik diantaranya yaitu, Soekarno, Sunaryo dan Sartono. Hadir juga 2 orang wakil dari pemerintah Hindia Belanda yaitu Van der Plas dan Dr. Pijper. Selain itu juga ada 2 utusan lagi dari Volksraad. Karena judulnya juga sumpah pemuda, kongres inipun dihadiri oleh 9 organisasi pemuda yang terkemuka, seperti, Pemudia Indonesia, Pemuda Kaum Betawi, PPPI, Jong Sumatranen Bond, Sekar Rukun, Jong Java, Jong Bataks Bond, Jong Islamienten dan Jong Celebes.
Sejarah Sumpah Pemuda
Adapun susunan kepanitiaan kongres tersebut yaitu:
Ketua                    : Sugondo Djojopuspito (PPPI)
Wakil Ketua        : Djoko Marsiad (Jong Java)
Sekretaris            : Muh. Yamin (Jong Sumatranen Bond)
Bendahara           : Amir Syarifuddin (Jong Bataks Bond
Pembantu I         : Djohan Muh Tjai (Jong Islamienten Bond)
Pembantu II       : Kotjosungkono (Pemuda Indonesia)
Pembantu III     : Senduk (Jong Celebes)
Pembantu IV      : J. Leimena (Jong Ambon)
Pembantu V        : Rohjani (Pemuda Betawi)
Persoalan yang didiskusikan dalam kongres tersebut yaitu cara untuk memeprsatukan pemuda-pemudiIndonesia yang selama ini sudah dicita-citakan oleh para pemuda juga para mahasiswa Indonesia baik pemuda yang ada di Indonesia maupun yang ada di Negara Belanda.
Kongres ini diakan secara terbuka di tiga tempat berbeda yang semuanya menampilkan prasaran yang berbeda juga yaitu oleh Muh. Yamin dengan prasaran “Persatuan dan Kebangsaan Indonesia”, oleh Nn. Purnomowulan, Darwono dan S. Mangunsarkoro dengan prasaran “Pendidikan” dan oleh Mr. Suaryo dan Ramelan dengan Prasaran “Kepanduan”.
Rapat tersebut diadakan pada Minggu malam senin pada tanggal 28 Oktober 1928, yang dimana rapat itu merupakan sidang penutup kongres dengan hasil keputusan sebagai berikut:
Pertama     : Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku bertumpah darah satu, tanah Indonesia
Kedua         : kami Putra dan Putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia
Ketiga       : kami Putra dan Putri Indonesia menjunjung bahasa persatua, bahasa Indonesia
Teks Sumpah Pemuda
Dan ketiga sumpah inilah yang disebut dengan Sumpah Pemuda yang selalu dibacakan di setiap tahunnya di acara upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober.
Pada penutupan kongres tersebut juga pertama kalinya lagu Indonesia raya diperdengarkan oleh paduan suara dari anggota PPPI yang dipimpin oleh Bintang Sudibyo dan diiringi oleh biola oleh Wage Rudolp Supratman.
Kemudian peserta kongres melakukan ikrar, satu tumpah darah, satu bangsa dan satu bahasa, dengan keyakinan dan tekad bahwa asas itu wajib dipakai oleh segala perkumpulan kebangsaan Indonesia.
Kongres II ini merupakan lanjutan dari kongres I yang dilakukan 2 tahun sebelumnya. Kongres I dilaksanakan oleh panitia yang bernama Jong Indonesia Kongres Komite yang dipimpin oleh Tabrani. Adapun tujuan dari kongres I ini yaitu menanamkan semangat kerjasama pemuda Indonesia untuk dijadikan dasar untuk persatuan Indonesia. Dengan harapan dapat membentuk suatu perhimpunan massa pemuda Indonesia yang ada di waktu itu.
Kongres I itu diadakan pada tangal 30 April sampai 2 Mei tahun 1926, namun kongres tersebut belum mencapai hasil yang diinginkan. Beberapa bulan setelah itu ada perkumpulan pemuda baru yang bernama Jong Indonesia yang berdiri pada tanggal 31 Agustus 1926. Kemudian pada awal tahun 1927 Soekarno mendirikan organisasi pemuda juga yang diberi nama Jong Indonesia yang kemudian diganti namanya menjadi Pemuda Indonesia.
Setelah itu semakin bertambah organisasi pemuda yang sehingga terdoronglah untuk mendirikan PPPI yang mengambil prakarsa untuk melaksanakan Kongres Pemuda II. Maka dengan itu Kongres Pemuda II itu sebenarnya kelanjutan dari Kongres Pemuda I.
Konferensi Asia Afrika adalah sebuah pertemuan tingkat tinggi antara beberapa negara di benua Asia dan Afrika pada tahun 1955. Pertemuan ini diadakan pada tanggal 18 sampai 24 April 1955 di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Indonesia.
Konferensi Asia Afrika atau lebih dikenal dengan KAA, diselenggarakan oleh Indonesia, Myanmar(dahulu dikenal dengan nama Burma), Sri Lanka (dahulu Ceylon), India dan Pakistan dan kala itu dikoordinasi oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Sunario.
Pertemuan ini bertujuan dalam rangka mempromosikan kerjasama ekonomi dan kebudayaan Asia-Afrika dan melawan kolonialisme saat itu yang diprakarsai oleh Amerika Serikat, Uni Soviet, atau negara imperialis lainnya selepas Perang Dunia ke 2 berakhir.
Dari pokok-pokok pembahasan tersebut lahirlah yang kemudian dikenal sebagai Dasasila Bandung. Dasasila yang berisi tentang "pernyataan mengenai dukungan bagi kerusuhan dan kerjasama dunia" serta memasukkan prinsip-prinsip dalam Piagam PBB dan prinsip-prinsip Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru.
Berikut isi dari Dasasila Bandung:
1. Menghormati hak-hak dasar manusia dan tujuan-tujuan serta asas-asas yang termuat di dalam piagam PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa),
2. Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa,
3. Mengakui persamaan semua suku bangsa dan persamaan semua bangsa, besar maupun kecil,
4. Tidak melakukan intervensi atau campur tangan dalam soalan-soalan dalam negeri negara lain,
5. Menghormati hak-hak setiap bangsa untuk mempertahankan diri secara sendirian ataupun kolektif yang sesuai dengan Piagam PBB,
6. Tidak menggunakan peraturan-peraturan dari pertahanan kolektif untuk bertindak bagi kepentingan khusus dari salah satu negara besar dan tidak melakukannya terhadap negara lain,
7. Tidak melakukan tindakan-tindakan ataupun ancaman agresi maupun penggunaan kekerasan terhadap integritas wilayah maupun kemerdekaan politik suatu negara,
8. Menyelesaikan segala perselisihan internasional dengan jalan damai, seperti perundingan, persetujuan, arbitrasi (penyelesaian masalah hukum) , ataupun cara damai lainnya, menurut pilihan pihak-pihak yang bersangkutan sesuai dengan Piagam PBB,
9. Memajukan kepentingan bersama dan kerjasama,
10. Menghormati hukum dan kewajiban–kewajiban internasional.
PKI merupakan partai Stalinis yang terbesar di seluruh dunia, di luar Tiongkok dan Uni Sovyet. Anggotanya berjumlah sekitar 3,5 juta, ditambah 3 juta dari pergerakan pemudanya. PKI juga mengontrol pergerakan serikat buruh yang mempunyai 3,5 juta anggota dan pergerakan petani Barisan Tani Indonesia yang mempunyai 9 juta anggota. Termasuk pergerakan wanita (Gerwani), organisasi penulis dan artis dan pergerakan sarjananya, PKI mempunyai lebih dari 20 juta anggota dan pendukung.
Pada bulan Juli 1959 parlemen dibubarkan dan Sukarno menetapkan konstitusi di bawah dekrit presiden - sekali lagi dengan dukungan penuh dari PKI. Ia memperkuat tangan angkatan bersenjata dengan mengangkat para jendral militer ke posisi-posisi yang penting. Sukarno menjalankan sistem "Demokrasi Terpimpin". PKI menyambut "Demokrasi Terpimpin" Sukarno dengan hangat dan anggapan bahwa dia mempunyai mandat untuk persekutuan Konsepsi yaitu antara Nasionalis, Agama dan Komunis yang dinamakan NASAKOM.
Pada era "Demokrasi Terpimpin", kolaborasi antara kepemimpinan PKI dan kaum burjuis nasional dalam menekan pergerakan-pergerakan independen kaum buruh dan petani, gagal memecahkan masalah-masalah politis dan ekonomi yang mendesak. Pendapatan ekspor menurun, foreign reserves menurun, inflasi terus menaik dan korupsi birokrat dan militer menjadi wabah.
PKI telah menguasai banyak dari organisasi massa yang dibentuk Soekarno untuk memperkuat dukungan untuk rezim Demokrasi Terpimpin dan, dengan persetujuan dari Soekarno, memulai kampanye untuk membentuk "Angkatan Kelima" dengan mempersenjatai pendukungnya. Para petinggi militer menentang hal ini.

Dari tahun 1963, kepemimpinan PKI makin lama makin berusaha menghindari bentrokan-bentrokan antara aktivis massanya dan polisi dan militer. Pemimpin-pemimpin PKI mementingkan "kepentingan bersama" polisi dan "rakyat". Pemimpin PKI DN Aidit mengilhami slogan "Untuk Ketentraman Umum Bantu Polisi". Di bulan Agustus 1964, Aidit menganjurkan semua anggota PKI membersihkan diri dari "sikap-sikap sektarian" kepada angkatan bersenjata, mengimbau semua pengarang dan seniman sayap-kiri untuk membuat "massa tentara" subyek karya-karya mereka.
Di akhir 1964 dan permulaan 1965 ratusan ribu petani bergerak merampas tanah dari para tuan tanah besar. Bentrokan-bentrokan besar terjadi antara mereka dan polisi dan para pemilik tanah. Untuk mencegah berkembangnya konfrontasi revolusioner itu, PKI mengimbau semua pendukungnya untuk mencegah pertentangan menggunakan kekerasan terhadap para pemilik tanah dan untuk meningkatkan kerjasama dengan unsur-unsur lain, termasuk angkatan bersenjata.
Pada permulaan 1965, para buruh mulai menyita perusahaan-perusahaan karet dan minyak milik AS. Kepemimpinan PKI menjawab ini dengan memasuki pemerintahan dengan resmi. Pada waktu yang sama, jendral-jendral militer tingkat tinggi juga menjadi anggota kabinet.
Menteri-menteri PKI tidak hanya duduk di sebelah para petinggi militer di dalam kabinet Sukarno ini, tetapi mereka terus mendorong ilusi yang sangat berbahaya bahwa angkatan bersenjata adalah merupakan bagian dari revolusi demokratis "rakyat".
Aidit memberikan ceramah kepada siswa-siswa sekolah angkatan bersenjata di mana ia berbicara tentang "perasaan kebersamaan dan persatuan yang bertambah kuat setiap hari antara tentara Republik Indonesia dan unsur-unsur masyarakat Indonesia, termasuk para komunis".
Rejim Sukarno mengambil langkah terhadap para pekerja dengan melarang aksi-aksi mogok di industri. Kepemimpinan PKI tidak berkeberatan karena industri menurut mereka adalah milik pemerintahan NASAKOM.

Tidak lama PKI mengetahui dengan jelas persiapan-persiapan untuk pembentukan rejim militer, menyatakan keperluan untuk pendirian "angkatan kelima" di dalam angkatan bersenjata, yang terdiri dari pekerja dan petani yang bersenjata. Bukannya memperjuangkan mobilisasi massa yang berdiri sendiri untuk melawan ancaman militer yang sedang berkembang itu, kepemimpinan PKI malah berusaha untuk membatasi pergerakan massa yang makin mendalam ini dalam batas-batas hukum kapitalis negara. Mereka, depan jendral-jendral militer, berusaha menenangkan bahwa usul PKI akan memperkuat negara. Aidit menyatakan dalam laporan ke Komite Sentral PKI bahwa "NASAKOMisasi" angkatan bersenjata dapat dicapai dan mereka akan bekerjasama untuk menciptakan "angkatan kelima". Kepemimpinan PKI tetap berusaha menekan aspirasi revolusioner kaum buruh di Indonesia. Di bulan Mei 1965, Politbiro PKI masih mendorong ilusi bahwa aparatus militer dan negara sedang diubah untuk memecilkan aspek anti-rakyat dalam alat-alat negara.
Peristiwa

Pada 30 September 1965, enam jendral senior dan beberapa orang lainnya dibunuh dalam upaya kudeta yang disalahkan kepada para pengawal istana (Cakrabirawa) yang loyal kepada PKI dan pada saat itu dipimpin oleh Letkol. Untung. Panglima Komando Strategi Angkatan Darat saat itu, Mayjen Soeharto kemudian mengadakan penumpasan terhadap gerakan tersebut.
Korban

Keenam pejabat tinggi yang dibunuh tersebut adalah:
•    Panglima Angkatan Darat Letjen TNI Ahmad Yani,
•    Mayjen TNI R. Suprapto
•    Mayjen TNI M.T. Haryono
•    Mayjen TNI Siswondo Parman
•    Brigjen TNI DI Panjaitan
•    Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo
Jenderal TNI A.H. Nasution juga disebut sebagai salah seorang target namun dia selamat dari upaya pembunuhan tersebut. Sebaliknya, putrinya Ade Irma Suryani Nasution dan ajudan AH Nasution, Lettu Pierre Tandean tewas dalam usaha pembunuhan tersebut.

Selain itu beberapa orang lainnya juga turut menjadi korban:
•    AIP Karel Satsuit Tubun
•    Brigjen Katamso Darmokusumo
•    Kolonel Sugiono

Para korban tersebut kemudian dibuang ke suatu lokasi di Pondok Gede, Jakarta yang dikenal sebagai Lubang Buaya. Mayat mereka ditemukan pada 3 Oktober.
Pasca kejadian
Pada tanggal 1 Oktober 1965 Sukarno dan sekretaris jendral PKI Aidit menanggapi pembentukan Dewan Revolusioner oleh para "pemberontak" dengan berpindah ke Pangkalan Angkatan Udara Halim di Jakarta untuk mencari perlindungan.

Pada tanggal 6 Oktober Sukarno mengimbau rakyat untuk menciptakan "persatuan nasional", yaitu persatuan antara angkatan bersenjata dan para korbannya, dan penghentian kekerasan. Biro Politik dari Komite Sentral PKI segera menganjurkan semua anggota dan organisasi-organisasi massa untuk mendukung "pemimpin revolusi Indonesia" dan tidak melawan angkatan bersenjata. Pernyataan ini dicetak ulang di koran CPA bernama "Tribune".
Pada tanggal 12 Oktober 1965, pemimpin-pemimpin Uni-Sovyet Brezhnev, Mikoyan dan Kosygin mengirim pesan khusus untuk Sukarno: "Kita dan rekan-rekan kita bergembira untuk mendengar bahwa kesehatan anda telah membaik...Kita mendengar dengan penuh minat tentang pidato anda di radio kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tetap tenang dan menghindari kekacauan...Imbauan ini akan dimengerti secara mendalam."
Dalam sebuah Konferensi Tiga Benua di Havana di bulan Februari 1966, perwakilan Uni-Sovyet berusaha dengan segala kemampuan mereka untuk menghindari pengutukan atas penangkapan dan pembunuhan orang-orang yang dituduh sebagai PKI, yang sedang terjadi terhadap rakyat Indonesia. Pendirian mereka mendapatkan pujian dari rejim Suharto. Parlemen Indonesia mengesahkan resolusi pada tanggal 11 Februari, menyatakan "penghargaan penuh" atas usaha-usaha perwakilan-perwakilan dari Nepal, Mongolia, Uni-Sovyet dan negara-negara lain di Konperensi Solidaritas Negara-Negara Afrika, Asia dan Amerika Latin, yang berhasil menetralisir usaha-usaha para kontra-revolusioner apa yang dinamakan pergerakan 30 September, dan para pemimpin dan pelindung mereka, untuk bercampur-tangan di dalam urusan dalam negeri Indonesia."
Lima bulan setelah itu, pada tanggal 11 Maret 1966, Sukarno memberi Suharto kekuasaan tak terbatas melalui Surat Perintah Sebelas Maret. Ia memerintah Suharto untuk mengambil "langkah-langkah yang sesuai" untuk mengembalikan ketenangan dan untuk melindungi keamanan pribadi dan wibawanya. Kekuatan tak terbatas ini pertama kali digunakan oleh Suharto untuk melarang PKI. Sebagai penghargaan atas jasa-jasanya, Sukarno dipertahankan sebagai presiden tituler diktatur militer itu sampai Maret 1967. Kepemimpinan PKI terus mengimbau massa agar menuruti kewenangan rejim Sukarno-Suharto. Aidit, yang telah melarikan diri, ditangkap dan dibunuh oleh TNI pada tanggal 24 November, tetapi pekerjaannya diteruskan oleh Sekretaris Kedua PKI Nyoto.

Dalam bulan-bulan setelah peristiwa ini, semua anggota dan pendukung PKI, atau mereka yang dianggap sebagai anggota dan simpatisan PKI, semua partai kelas buruh yang diketahui dan ratusan ribu pekerja dan petani Indonesia yang lain dibunuh atau dimasukkan ke kamp-kamp tahanan untuk disiksa dan diinterogasi. Pembunuhan-pembunuhan ini terjadi di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali. Berapa jumlah orang yang dibantai tidak diketahui dengan persis - perkiraan yang konservatif menyebutkan 500.000 orang, sementara lainnya 2.000.000 orang. Namun diduga setidak-tidaknya satu juta orang menjadi korban dalam bencana enam bulan yang mengikuti kudeta itu.
    Dihasut dan dibantu oleh tentara, kelompok-kelompok pemuda dari organisasi-organisasi muslim sayap-kanan melakukan pembunuhan-pembunuhan massa, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ada laporan-laporan bahwa Sungai Brantas di dekat Surabaya menjadi penuh mayat-mayat sampai di tempat-tempat tertentu sungai itu "terbendung mayat".
Pada akhir 1965, antara 500.000 dan satu juta anggota-anggota dan pendukung-pendukung PKI telah menjadi korban pembunuhan dan puluhan ribu dipenjarakan di kamp-kamp konsentrasi, tanpa adanya perlawanan sama sekali. Sewaktu regu-regu militer yang didukung dana CIA menangkapi semua anggota dan pendukung PKI yang terketahui dan melakukan pembantaian keji terhadap mereka, majalah "Time" memberitakan:
"Pembunuhan-pembunuhan itu dilakukan dalam skala yang sedemikian sehingga pembuangan mayat menyebabkan persoalan sanitasi yang serius di Sumatra Utara, di mana udara yang lembab membawa bau mayat membusuk. Orang-orang dari daerah-daerah ini bercerita kepada kita tentang sungai-sungai kecil yang benar-benar terbendung oleh mayat-mayat. Transportasi sungai menjadi terhambat secara serius."

Di Pulau Bali, yang sebelum itu dianggap sebagai kubu PKI, paling sedikit 35.000 orang menjadi korban di permulaan 1966. Di sana para Tamin, pasukan komando elite Partai Nasional Indonesia, adalah pelaku pembunuhan-pembunuhan ini. Koresponden khusus dari Frankfurter Allgemeine Zeitung bercerita tentang mayat-mayat di pinggir jalan atau dibuang ke dalam galian-galian dan tentang desa-desa yang separuh dibakar di mana para petani tidak berani meninggalkan kerangka-kerangka rumah mereka yang sudah hangus. Di daerah-daerah lain, para terdakwa dipaksa untuk membunuh teman-teman mereka untuk membuktikan kesetiaan mereka. Di kota-kota besar pemburuan-pemburuan rasialis "anti-Cina" terjadi. Pekerja-pekerja dan pegawai-pegawai pemerintah yang mengadakan aksi mogok sebagai protes atas kejadian-kejadian kontra-revolusioner ini dipecat.
Paling sedikit 250,000 orang pekerja dan petani dipenjarakan di kamp-kamp konsentrasi. Diperkirakan sekitar 110,000 orang masih dipenjarakan sebagai tahanan politik pada akhir 1969. Eksekusi-eksekusi masih dilakukan sampai sekarang, termasuk beberapa dozen sejak tahun 1980-an. Empat tapol, Johannes Surono Hadiwiyino, Safar Suryanto, Simon Petrus Sulaeman dan Nobertus Rohayan, dihukum mati hampir 25 tahun sejak kudeta itu.

Sesudah kejadian tersebut, 30 September diperingati sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September. Hari berikutnya, 1 Oktober, ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Pada masa pemerintahan Soeharto, biasanya sebuah film mengenai kejadian tersebut juga ditayangkan di seluruh stasiun televisi di Indonesia setiap tahun pada tanggal 30 September. Selain itu pada masa Soeharto biasanya dilakukan upacara bendera di Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya dan dilanjutkan dengan tabur bunga di makam para pahlawan revolusi di TMP Kalibata. Namun sejak era Reformasi bergulir, film itu sudah tidak ditayangkan lagi dan hanya tradisi tabur bunga yang dilanjutkan.
Pada 29 September - 4 Oktober 2006, diadakan rangkaian acara peringatan untuk mengenang peristiwa pembunuhan terhadap ratusan ribu hingga jutaan jiwa di berbagai pelosok Indonesia. Acara yang bertajuk "Pekan Seni Budaya dalam rangka memperingati 40 tahun tragedi kemanusiaan 1965" ini berlangsung di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Depok. Selain civitas academica Universitas Indonesia, acara itu juga dihadiri para korban tragedi kemanusiaan 1965, antara lain Setiadi, Murad Aidit, Haryo Sasongko, Sasmaja, dan Putmainah.

sumber : https://www.facebook.com/notes/pengetahuan-umum-cerita-lucu/sejarah-dan-kronologis-peristiwa-g-30-spki/151945124904105/ 
 TRIKORA adalah singkatan dari kepanjangan Tri Komando Rakyat. Pelaksanaan Trikora telah merupakan bagian dari sejarah nasional termasuk sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Di lihat dari kepanjangannya, dapat kita lihat terdapat tiga hal yang isinya menjadi komando dari rakyat. TRIKORA merupakan suatu perintah kepada Rakyat Indonesia untuk melaksanakan perjuangan Pembebasan Irian Barat secara resmi dan konsekwensi logis daripada politik Konfrontasi. Trikora kala itu mendapat sambutan luar biasa dari rakyat Indonesia. Ribuan rakyat secara suka-rela meminta agar dikirim ke Irian Barat. Hal ini dikarenakan Trikora telah menjadi manifestasi tekad-kemauan Rakyat Indonesia untuk mengusir imperialisme dari Irian Barat selekas mungkin. Dengan dicetuskannya Trikora tersebut, maka konfrontasi antara Belanda dan Indonesia pun dimulai. 

Pada 19 Desember 1961, Soekarno menanggapi pembentukan Dewan Papua ini dengan menyatakan Trikora di Yogyakarta, yang isinya adalah:
1. Gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan kolonial Belanda.
2. Kibarkan Sang Saka Merah Putih di seluruh Irian Barat
3. Bersiaplah untuk mobilisasi umum, mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air bangsa


sumber : http://www.ilmusiana.com/2015/06/isi-dan-kepanjangan-trikora-1961.html# 
sumber : http://pensa-sb.info/sejarah-trikora/
Sejarah olahraga sepak bola (permainan menendang bola) dimulai sejak abad ke-2 dan -3 sebelum Masehi di Tiongkok.[7]Pada masa Dinasti Han tersebut, masyarakat menggiring bola kulit dengan menendangnya ke jaring kecil.[7] Permainan serupa juga dimainkan di Jepang dengan sebutan Kemari.[8] Di Italia, permainan menendang dan membawa bola juga digemari terutama mulai abad ke-16.[8]
Sepak bola modern mulai berkembang di Inggris dengan menetapkan peraturan-peraturan dasar dan menjadi sangat digemari oleh banyak kalangan.[7] Di beberapa kompetisi, permainan ini menimbulkan banyak kekerasan selama pertandingan sehingga akhirnya Raja Edward III melarang olahraga ini dimainkan pada tahun 1365.[7] Raja James I dariSkotlandia juga mendukung larangan untuk memainkan sepak bola.[7] Pada tahun 1815, sebuah perkembangan besar menyebabkan sepak bola menjadi terkenal di lingkungan universitas dan sekolah.[7] Kelahiran sepak bola modern terjadi di Freemasons Tavern pada tahun 1863 ketika 11 sekolah dan klub berkumpul dan merumuskan aturan baku untuk permainan tersebut.[8] Bersamaan dengan itu, terjadi pemisahan yang jelas antara olahraga rugby dengan sepak bola (soccer).[8] Pada tahun 1869, membawa bola dengan tangan mulai dilarang dalam sepak bola.[7] Selama tahun 1800-an, olahraga tersebut dibawa oleh pelaut, pedagang, dan tentara Inggris ke berbagai belahan dunia.[7] Pada tahun 1904, asosiasi tertinggi sepak bola dunia (FIFA) dibentuk dan pada awal tahun 1900-an, berbagai kompetisi dimainkan diberbagai negara.[7] (WIKIPEDIA INDONESIA)

Sejarah Sepak Bola Dunia

Perkembangan sepak bola dunia semakin meningkat dari tahun ke tahun, sepak bola modern sudah mulai dimainkan di area kampus ternama seperti Havard, Cambrigde, Amherst, dll pada tahun 1820. Peraturan sepak bola sendiri mulai di diskusikan pertama kali pada tahun 1848 di Universitas Cambridge. Tercatat beberapa peristiwa penting sebelum terbentuknya badan yang menanungi sepak bola dunia, diantaranya :
Tahun 1863 : Asosiasi sepak bola Inggris (FA) dibentuk
Tahun 1885 : Adanya pertandingan di luar Inggris yaitu Kanada vs Amerika
Tahun 1886 : Diadakan rapat pertama untuk membahas pembentukan asosiasi sepak bola dunia
Tahun 1888 : Mulai ada wasit yang memegang penuh kendali suatu pertandingan
Tahun 1888 : Tendangan pinalti mulai berlaku
Tahun 1904 : FIFA dibentuk dengan anggota Prancis, Belgia, Belanda, Spanyol, Swiss dan Swedia
FIFA ( Fédération Internationale de Football Association) akhirnya lahir pada tahun 1904 untuk memajukan sepak bola di dunia. FIFA memiliki slogan “for the Game, for the World”, yang pada intinya permainan ini akan menjadi pemersatu antar bangsa setelah terjadi perang dunia. Markas FIFA berada di Zurich, Swiss tempat dimana teman-teman menyaksikan kegiatan yang dilakukan oleh FIFA seperti pengundian Liga Champion, penobatan pemain terbaik, dll. Tugas yang diemban oleh FIFA diantaranya mempromosikan sepak bola, mengatur transfer pemain antar tim, memberikan gelar pemain terbaik dunia, dan menerbitkan daftar Peringkat Dunia FIFA setiap bulannya.
Sejarah sepak bola dunia berlanjut ketika pada tahun 1908 sepak bola mulai menjadi olahraga dalam Olimpiade dan mengadakan Kejuaraan Dunia pertama / piala dunia di Uruguay pada tahun 1930. Ada hal unik diluar teknis permainan sepak bola yang perlu dicatat, yaitu keberhasilan BBC menjadi televisi pertama yang menanyangkan sepak bola pada tahun 1938 dan adanya fitur replay gol/ siaran ulang ketika terjadi gol pada tahun 1966. Ini merupakan bagian dari keberhasilan sepak bola sebagai hiburan rakyat yang akhirnya menjadi sebuah olahraga paling digemari di dunia. FIFA sendiri saat ini menaungi beberapa badan asosiasi regional yang terdiri dari beberapa negara, berikut ini daftarnya :
  • UEFA (Union of European Football Associations) : merupakan asosiasi sepak bola untuk negera-negara eropa
  • CONCACAF (The Confederation of North, Central American and Caribbean Association Football) : merupakan asosiasi sepak bola untuk negara Amerika Utara, Amerika Tengah dan Karibia
  • CONMEBOL (Confederación Sudamericana de Fútbol) : merupakan asosiasi sepak bola untuk negara-negara Amerika Selatan
  • AFC (The Asian Football Confederation) : merupakan asosiasi sepak bola untuk negara-negara Asia
  • CAF (Confederation of African Football) : merupkan asosiasi sepak bola untuk negara Afrika
  • OFC (Oceania Football Confederation) : merupakan asosiasi sepak bola untuk negara oceania
asosiasi sepak bola regional

Sejarah Sepak Bola Indonesia

Setelah membahas mengenai sejarah sepak bola dunia, tidak lengkap rasanya jika tidak membahas sejarah sepak bola Indonesia, anda tau bagaimana sepak bola masuk ke Indonesia?
Masuknya sepak bola di Indonesia tidak lepas dari bangsa lain yang melakukan perdagangan maupun penjajahan di Indonesia. Cina datang ke nusantara pada saat itu mengenalkan permainan sepak bola untuk membuktikan bahwa negeri tirai bambu tersebut tidak kalah superior dibandingkan negara-negara eropa seperti Belanda. Selain berkeinginan untuk berdagang, Cina mempunyai andil yang cukup besar untuk sejarah sepak bola Indonesia. Tercatat pada tahun 1915 banyak terbentuk perkumpulan / klub sepak bola yang didirikan warga Tionghoa, bahkan pada tahun 1920 Tionghoa Surabaya dan UMS Jakarta menjadi raja persepakbolaan Hinda Belanda(Nama Indonesia jaman dulu)yang pernah masuk ke piala dunia tahun 1938. Keren ternyata Indonesia yang dulu pernah ikut piala dunia, semoga di jaman modern prestasi itu dapat diraih kembali.
Balik kesejarah, dari beberapa peristiwa penting diatas, kita juga perlu mencatat peristiwa berdirinya badan yang menaungi sepak bola se-Indonesia, apalagi kalau bukan PSSI. PSSI atau Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia didirikan di Yogyakarta pada tanggal 19 April 1930 (berdiri sebelum keikutsertaannya di piala dunia 1938 di Perancis). Sebagai Informasi saja Tim yang dikirimkan ke Perancis merupakan tim NIVU (Nederlandsche Indische Voetbal Unie) yaitu badan kerjasama antara PSSI dan NIVB yang telah diakui oleh FIFA, kejadian ini sempat menimbulkan ketegangan antara PSSI dan NIVU karena Soeratin Sosrosoegondo sebenarnya menginginkan pertandingan antara PSSI dengan NIVU terlebih dahulu sebelum memutuskan siapa yang berangkat ke piala dunia. Coba dulu yang maju PSSI, mungkin nama yang tercatat bukan Hinda Belanda, melainkan Indonesia !.
Sosok penting dibalik berdirinya PSSI adalah Soeratin Sosrosoegondo, anak pribumi yang telah mengenyam pendidikan di Sekolah Teknik Tinggi Heckelenburg, Jerman. Beliaulah yang berkeinginan mewujudkan Sumpah Pemuda sebagaimana terjadi pada tanggal 28 Oktober 1928, menurut beliau sepak bola merupakan cara yang tepat untuk menyemangati rasa nasionalisme pemuda terhadap penjajahan Belanda. Soeratin Sosrosoegondo juga yang memutuskan hubungan dengan NIVU secara sepihak pada kongres PSSI 1938 di Solo, ini sebenarnya buah kekesalan beliau karena setiap keikutsertaan pertandingan sepak bola kita selalu menggunakan bendera NIVU (Belanda). Sepak bola Indonesia sepat vakum beberapa tahun karena kedatangan Jepang yang berhasil mengusir Belanda dari tanah Indonesia. Jepang memaksa PSSI masuk menjadi bagian dari Tai Iku Kai ( Badan olahraganya Jepang).
Sejarah sepak bola baik dunia maupun Indonesia merupakan sejarah panjang dari sebuah permainan bola sepak yang melegenda hingga saat inipun merupakan olahraga yang banyak digemari di segala usia. Permainan inipun melahirkan peraturan-peraturan yang digunakan untuk melindungi para pemainnya dari cedera. Indonesia pun juga harus berbenah mulai dari sekarang, prestasi jaman dahulu merupakan semangat pejuang yang perlu di contoh, semoga setelah membaca artikel ini teman-teman yang memiliki passion dalam bidang olahraga dapat meningkatkan rasa pejuang dan nasionalisme bangsa. Latihan teknik-teknik sepak bola supaya ditingkatkan lagi, tidak perlu ragu mempelajari teknik dasar sepak bola, karena memang itu cikal bakal permainan sepak bola.
Demikian artikel mengenai Sejarah sepak bola yang dapat saya sampaikan, tidak semua detail saya tulis namun hal-hal yang penting mengenai sepak bola dunia dan Indonesia saya sertakan, semoga bermanfaat dan maju terus sepak bola Indonesia.

About